Menjadi Dewasa adalah PILIHAN….


Saya memang tertarik dengan Psikologi terutama psikologi perkembangan anak…. dan ketika kemudian saya menjadi seorang guru dan seorang ibu maka minat saya itu akhirnya sejalan dengan profesi saya…

meskipun pendidikan yang saya tempuh bukanlah bergelar S.Psi atau SPd tapi  akhirnya saya lebih banyak bergelut di kedua bidang ini dibandingkan latar belakang pendidikan saya di bidang pertanian….

meskipun saya tahu, psikologi sendiri adalah ilmu yang dilahirkan dari negara Barat. karena itu, tidak semua bisa kita telan mentah-mentah…yang paling penting berusaha mencari landasan syari nya sedekat mungkin….

seperti baru-baru ini, ketika mengajar mata pelajaran Biologi dengan materi Pertumbuhan dan perkembangan Manusia. Di dalamnya di bahas mengenai fase perkembangan manusia setelah lahir. Dalam ilmu psikologi terdiri dari:

1) masa balita

2)masa kanak-kanak

3) masa remaja/pubertas

4) masa dewasa

5)manula

setiap fase ini memiliki ciri-ciri tertentu. Namun, tentu saya menggaris bawahi  pembahasan masa remaja, karena masa remaja ini adalah masa yang baru saja mereka masuki yakni antara usia 13- 16 tahun…usia sekolah menengah pertama….

masa remaja atau pubertas ini ditandai dengan ciri-ciri primer seperti menstruasi pada anak perempuan dan mimpi basah pada laki-laki… kalau dalam Islam kita tahu istilahnya adalah Baligh…

Masa remaja juga ditandai dengan emosi yang masih labil, gejolak perasaan terhadap lawan jenis, selalu ingin mencoba dan sebagainya….

inilah masa transisi yang cukup besar dalam kehidupan setiap manusia…yang jika tidak diarahkan dengan hati-hati akan mempengaruhi masa depan anak-anak kita…

inilah masa yang paling menakutkan bagi sebagian besar orang tua…. apalagi ditengah lingkungan pergaulan yang kadang tidak bersahabat….

terlebih lagi masyarakat dan sistem hukum kita juga menganggap kejahatan-kejahatan yang terjadi di usia ini seperti pencurian,narkoba, perkelahian dsb hanya dianggap sebagai kenakalan remaja…dan hanya diberikan sanksi untuk direhabilitasi….

sistem ini mungkin bermaksud melindungi remaja dari masa depan yang lebih buruk dengan men’toleransi’ kenakalan-kenakalan tersebut, atau mungkin karena masa remaja dianggap belum memiliki rasa tanggaungjawab sehingga belum pantas bertanggung jawab (menerima sanksi yang lebih tegas) terhadap ‘kenakalan-kenakalannya’ tersebut…

coba kita tengok, bagaimana Islam mengatur masa-masa perkembangan manusia ini…

(Copas):

Berbeda dengan pandangan Islam, masa dewasa datang bersama dengan pubertas. Pada saat baligh itulah saat sampainya kedewasaan. Tanpa ada masa remaja. Anak dianggap sudah mampu membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dan dapat menentukan apa yang baik untuk dirinya. Anak sudah mampu bertanggung jawab dan mampu bersikap dewasa baik secara syar’i maupun dalam kehidupan sosial. Mereka sudah dipersiapkan sebelumnya. Misalnya dengan menyuruh shalat pada umur 7 tahun dan memukul kalau ia tidak shalat pada usia 10 tahun. (Al-Hadis) Apabila anak sudah berumur 7 tahun, pisahkanlah tidurnya antara anak laki-laki dan perempuan. ( Al-Hadis)

Perubahan hormonal selama pubertas memang membuat dorongan seksual meningkat sehingga diperlukan tanggung jawab untuk mengelola seksualitas yang dimiliki anak. Alah SWT memberikan tuntunan  untuk menghindari terjadinya kejahatan seksual. Firman Nya: “Dan apabila anak-anak kamu telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin….” (Q.S. An Nuur [24]: 59).

Sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, penyaluran bagi energi seksual yang meningkat di usia pubertas. antara lain dengan cara memberikan motivasi untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan perubahan energi dari energi seksual ke energi produktif dalam pembinaan moral. Sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa terdapat tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan  Allah SWT di hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Tiga di antaranya adalah pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah SWT; seseorang yang hatinya tertambat kepada masjid; dan pemuda yang diajak perempuan untuk berbuat mesum kemudian ia berkata sesungguhnya aku takut kepada Allah SWT (HR. Bukhari dan Muslim).

Uraian di atas menunjukkan perbedaan antara pendapat-pendapat dari Barat dengan Islam. Mengikuti teori Barat berarti memberi peluang terjadinya berbagai masalah, di sisi lain baru mempesiapkan kedewasaan setelah selesai masa remaja. Sedang dalam Islam sejak masa kanak-kanak secara bertahap sudah dilakukan pembinaan sebagai persiapan menerima masa baligh sebagai masa dewasa yang sarat dengan tanggung jawab. Tidak ada lagi masalah yang ditimbulkan oleh remaja, karena memang dalam Islam  remaja itu tidak ada.

 Terlepas dari ada atau tidaknya istilah remaja, saya ingin mengingatkan untuk anak-anak saya dan murid-murid saya  :
“Menjadi Kanak-kanak adalah satu fase dalam kehidupan, tapi menjadi Dewasa adalah PILIHAN….”
Wallahu’alam
11 sept 2011#SH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s