Ada Cinta di Sekolah


sekolahceriaPagi yang cerah. Setiap pagi, tepat jam 7 siswa siswi berlarian menuju gerbang sekolah mengejar bel yang sudah mulai berbunyi. kemudian, siswa mulai berbaris rapi dan berdoa bersama di halaman sekolah. sebagian siswa yang terlambat, memiliki barisan tersendiri di pinggir lapangan sekolah.

aktivitas rutin ini, setiap hari terjadi di tiap sekolah. bahkan lebih dari 9 tahun kita menjalaninya. tanpa terasa, mengalir begitu saja. bahkan ketika kita kembali mengingat kembali masa-masa kita bersekolah, kita akan takjub. betapa dulu kita pernah mampu  berjalan kaki melewati pematang sawah dan jalanan sepi yang jauhnya puluhan kilo untuk bisa datang ke sekolah.

Ada apa di sekolah? mengapa harus sekolah? ini adalah pertanyaan yang mudah untuk dijawab. Zaman sekarang, sekolah bukan sekedar kewajiban dari pemerintah, namun sudah merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Masalahnya, apakah setiap siswa kita memahami kebutuhan itu di usianya yang masih belia.

motivasi belajar menjadi penting dikala kejenuhan melanda aktivitas rutin bersekolah. motivasi ini bisa berasal dari siswa sendiri, dari guru dan dari sekolah sebagai sebuah lembaga.bagaimanapun di usia mereka yang masih belia ini mereka belum sepenuhnya memahami akan kebutuhan iorang tua bisa menjadi salah satu motivasi terkuat dari diri siswa sendiri. saya yakin setiap anak ingin membahagiakan orangtuanya, membuat orangtuanya bangga, dengan caranya sendiri. namun terkadang, kita sebagai orangtua tidak bisa mengikuti jalan pikiran anak-anak kita. meskipun begitu kita tetap harus mengarahkannya.(maafin umi ya nak…)

jika motivasi orangtua kurang kuat, anak akan mencari motivasi lainnya yakni dari orang-orang disekelilingnya. membuat perkumpulan (gang) baik sesama jenis maupun dengan lawan jenisnya. dan tentu diusia setingkat sekolah menengah pertama ke atas, pacaran adalah motivasi yang cukup kuat untuk mereka mau bersekolah.

Pacaran ini seperti penyakit menular yang berbahaya dan kronis, menjangkiti hampir separuh jumlah siswa terutama di tingkat sekolah menengah pertama di  tempat saya mengajar. puncaknya ketika mereka di kelas VIII, karena memang di usia ini perkembangan fisik dan psikologis mereka berada di titik klimaks.

namun, saya yakin ada beberapa anak yang bisa mencari motivasinya sendiri tanpa melakukan hal-hal yang sia-sia. mereka berusaha kuat dan bertahan dari gempuran ‘penyakit menular’ tersebut. bukan karena mereka tidak mampu melakukannya tapi karena mereka sudah mulai paham bahwa itu adalah sia-sia.

saya bangga dengan anak-anak ini dan saya tidak akan pernah bosan untuk menyampaikan ini.namun orangtua dan guru tetap harus mengingatkan dan memotivasi mereka. bantulah mereka melewati masa-masa kritis ini, tanpa harus menghilangkan masa-masa remaja yang indah dengan kesan yang mendalam…. Bagaimanapun masa remaja adalah masa yang terindah dari seluruh fase kehidupan kita….

November rain

“Selamat Hari Guru”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s