Sekolah Kehidupan


20140408_092910Pendidikan adalah bertujuan untuk memperbaiki akhlaq, akal dan jasad kita sebagai manusia agar tercipta peradaban yang luhur yang menjadi cita cita setiap bangsa. Pendidikan selalu diidentikkan dengan lembaga yang bernama sekolah. Padahal sejatinya pendidikan itu tidak terbatas pada tempat dan waktu.

Karena anggapan seperti itulah hingga apabila kondisi masyarakat kita terpuruk moralnya maka yang pertama dipertanyakan adalah dimana peran pendidikan, sekolah dan para guru.

Setidaknya kita perlu tahu, ada 3 pilar pendidikan yang harus saling menunjang sehingga tujuan pendidikan itu bisa tercapai.

Pertama, pilar keluarga. Keluarga merupakan pilar pertama pendidikan karena keluargalah yang paling pertama membentuk karakter anak sejak ia lahir ke dunia. Dan keluarga harus menjadi pilar terkuat yang menopang karakter anak. Disitulah peran penting orangtua. Selama ini kita merasa, ketika sudah menyekolahkan anak anak kita maka peran pendidikan orang tua sudah bisa diambil alih oleh sekolah. Inilah salah satu penyebab ketimpangan hasil pendidikan kita selama ini.

Pilar kedua, pemerintah, dalam hal ini unit institusi sekolah. negara wajib memberikan fasilitas pendidikan terbaik bagi anak anak bangsa, baik dari sisi infrastruktur, sistem dan sumber daya manusianya. Inilah yang kita sebut sebagai pendidikan formal.

Pilar ketiga, lingkungan. Lingkungan dan masyarakatnya menjadi sangat penting, karena peran kita sebagai mahluk sosial dan memerlukan orang lain disekeliling kita. Jika baik masyarakat kita, maka akan baik pula suatu negara.

Lingkungan sangat kuat membentuk karakter anak disebabkan karena faktor lingkungan punya karakter pendidikan yang lebih dinamis dan lebih luas. dengan adanya teknologi informasi (internet) yang berkembang pesat saat ini, semakin mudah dan luas lingkungan itu mempengaruhi cara berpikir dan karakter anak.

Pilar yang ketiga inilah yg paling susah dikendalikan. Kita tidak mungkin menjadikan anak anak kita steril d wari lingkungan yang buruk, karena kita tidak bisa selalu disisinya. Namun paling tidak , anak anak memiliki imunitas terhadap lingkungan yang buruk tersebut. Dan disitulah peran pendidikan agama yang ditanamkan semenjak dini. Agamalah yang menjadi cara berpikir dan bertindak sehingga kita dapat menentukan ukuran suatu kebenaran.

Ketiga pilar ini harus saling bersinergi. Sekolah harus mampu melibatkan masyarakat dan keluarga dalam pendidikan formalnya. Program program sekolah harus melibatkan peran orangtua dan masyarakat.

 

Dan akhirnya, orangtua janganlah berlepas tangan dari semua bentuk pendidikan anak anaknya meskipun sudah disekolahkan di sekolah favorit dan termahal. Favorit dan mahal bukan jaminan. Tengok saja kasus JIS. Jika ingin melihat sekolah yang bagus, lihatlah dari “kualitas” para gurunya (bukan sekedar gelar pendidikannya). Pemerintah hanya menyiapkan sistemnya (baca : cetakannya) namun gurulah yang akan mengisi cetakannya dengan apapun yang ia inginkan.

Guru tidak hanya mendidik karena semata mata pekerjaan (digaji) tapi karena sadar bahwa ia adalah salah satu bagian dari pilar pendidikan. Guru adalah ujung tombak dari peradaban yang kita cita citakan. Bayangkan saja, ketika berada di depan kelas ada puluhan pasang mata sedang memandang ke kita, siap untuk dicetak menjadi apapun yang kita mau, baik atau buruk.

Realitanya, kita semua belum sempurna menegakkan ketiga pilar ini. Kita semua sejatinya adalah para pembelajar. Kita bukan orangtua yang sempurna, namun terus belajar menjadi orangtua terbaik. kita juga sebagai komponen masyarakat, belum bisa menciptakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan anak anak kita, namun kita akan terus berusaha dan belajar. Dan pemerintah (dalam hal ini saya sebagai guru) juga belum memberikan hasil yang maximal untuk mendidik generasi, namun akan terus belajar dan belajar memperbaiki ilmu dan pelayanan.

sejatinya pendidikan itu adalah sepanjang hayat sehingga sekolah itu adalah kehidupan itu sendiri….

“Selamat Hari Pendidikan”

#2Mei sepulang Upacara#SH

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s