Menjadi Guru : Passion atau Profesi


img-20161125-wa0014Guru… menjadi cita cita kecilku dulu
meski kemudian cita cita itu selalu berubah… seperti perasaan seorang anak remaja yang sering berubah-ubah

menempuh pendidikan bukan di fakultas keguruan adalah salah satu kegamangan dari masa mudaku. tapi akhirnya Allah menakdirkanku berada di sini…. di dunia pendidikan…. menjadi seorang guru persis seperti cita cita masa kecilku

Menjadi Guru : Passion atau Profesi

entah mana yang menjadi pilihan awalku untuk menjadi guru
namun saat ini, aku mulai belajar untuk menyandingkan keduanya.

Passion bisa diartikan  sebagai panggilan jiwa atau panggilan hati.     Passion dapat juga dikatakan sebagai sebuah perasaan atau emosi terhadap suatu hal yang membuat  seseorang sangat berantusias dan tidak pernah bosan dalam melakukannya sehingga ia melakukan hal tersebut dengan ikhlas dan sukarela.

sedangkan Profesi menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu.

passion dan profesi ini seharusnya adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. ibarat raga dengan ruhnya. raga adalah profesi dan ruhnya adalah passsion. raga tanpa ruh adalah sebuah kematian. passion inilah yang memotivasi guru untuk menjadi guru yang profesional

menurut Ferdinal Lafendry seorang Assesor Pedagogis Gerakan Indonesia Mengajar dalam tulisannya menyatakan guru yang mengajar dengan passion menimbulkan aura yang sangat postif di dalam kelas. Mereka terlihat segar, senang, bahagia menjadi seorang guru. Mereka selalu siap akan sebuah kreatifitas, inovasi dan selalu meningkatkan kapasitas dirinya sebagai seorang pengajar. Ada 3 ciri-ciri penting yang dimiliki oleh guru yang megajar dengan passion :

1. Enjoy . Seperti yang saya utarakan diatas, guru yang mengajar dengan passion sangat senang melaksanakan tugas tugasnya tanpa merasa beban dan menikmati profesinya sebagai seorang guru seakan-akan dia menikmati hobi yang sedang dia kerjakan.

2. Bertumbuh. seorang guru yang mempunyai passion dalam mengajar akan selalu terbuka dengan ilmu baru. Mereka selalu bergerak dinamis mengikuti perkembangan teknologi, dan tetap mau mendengarkan siapapun untuk menjadikan dirinya lebih baik. Mereka mempunyai prinsip “mengayuh sepeda” dimana kalau sepeda itu berhenti maka sepeda itupun akan jatuh. Begitu pun dengan mereka yang ingin tetap bertumbuh, jika mereka berhenti bertumbuh, berhenti pula lah kehidupannya.

3. Dihargai. Mereka yang enjoy dan selalu ingin bertumbuh sudah pasti mempunyai value yang lebih. Dihargai disini bisa untuk mendefinisikan dihargai secara personal (disegani) dan dihargai secara finansial. Secara otomatis, siswa sangat menghargai mereka yang mempunyai passion dalam mengajar. Siswa menyegani dalam bentuk positif, bukan segan dalam artian “takut”. Guru-guru yang berada di lingkungan sekitarnya pun akan menghormati dan menghargai keberadaannya. Selain kemungkinan mendapatkan penghargaan, mereka juga pasti mempunyai pendapatan “sampingan” lain buah dari kreatifitasnya yang selalu bertumbuh.

Dan aku ingin menambahkan yang keempatnya :
4. Peduli. Guru yang peduli mengembangkan hubungan-hubungan dengan para muridnya, mendengarkan para muridnya, menciptakan sebuah suasana yang hangat, mengetahui para murid secara individual, memperlihatkan empati, dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan akademik dan emosional para muridnya.

Guru yang peduli memandang para muridnya lebih penting daripada pelajarannya.Guru seperti ini menganggap muridnya adalah bagai anaknya sendiri.

Tuntutan seorang guru untuk menjadi profesional secara kompetensi selayaknya di sandingkan dengan menumbuhkan passsion terhadap profesi guru itu sendiri.

jangan jangan kita menjadi guru tapi kita tidak menemukan passion kita di sini….

#selamat hari Guru

#Yang selalu  Belajar dan Belajar…

#SH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s